Zulhamdi Nova Chandra: Reses Bukan Seremonial, Aspirasi Warga Guguk Panjang Harus Berujung Aksi Nyata
BUKITTINGGI, Kaba Luruih— Kegiatan reses DPRD Kota Bukittinggi di daerah pemilihan Guguk Panjang tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi dimaknai sebagai ruang penting untuk mendengar langsung denyut persoalan masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Zulhamdi Nova Chandra, menegaskan bahwa reses bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan politik wakil rakyat untuk memastikan setiap suara warga tidak berhenti sebagai catatan.
“Reses ini adalah momen kita turun langsung, mendengar, dan mencatat apa yang benar-benar dirasakan masyarakat. Aspirasi yang masuk bukan untuk disimpan, tapi harus diperjuangkan,” ungkapnya dalam wawancara usai kegiatan.
Dalam pelaksanaan reses tersebut, berbagai persoalan mencuat dari masyarakat. Mulai dari kebutuhan infrastruktur lingkungan, peningkatan kualitas layanan publik, hingga isu pendidikan yang masih menjadi perhatian di sejumlah titik.
Menurut Zulhamdi, dinamika aspirasi yang disampaikan warga menunjukkan bahwa pembangunan masih membutuhkan pendekatan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Apa yang disampaikan masyarakat ini akan kita bawa ke pembahasan lebih lanjut, baik dalam perencanaan maupun penganggaran. Tentu semuanya akan disesuaikan dengan skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif. Salah satunya dengan memastikan adanya transparansi dan kejelasan tindak lanjut dari setiap aspirasi yang disampaikan.
Bagi masyarakat Guguk Panjang, reses bukan hanya forum menyampaikan keluhan, tetapi juga ruang harapan—bahwa apa yang mereka suarakan benar-benar didengar dan diperjuangkan.
![]() |
| Seorang warga menyampaikan aspirasi langsung dalam dialog reses terkait persoalan lingkungan, keamanan dan pelayanan masyarakat. |
Di tengah berbagai keterbatasan, Zulhamdi menyebut komitmen DPRD adalah menjadikan aspirasi sebagai pijakan utama dalam menentukan arah kebijakan.
“Harapan kita sama, bagaimana pembangunan ini benar-benar dirasakan masyarakat. Itu yang menjadi tujuan utama dari setiap kegiatan reses,” tutupnya.
Kaba Luruih- "Indak Manih, Tapi Bana"

