Tragedi Longsor Tengah Malam di Agam, 3 Rumah Hancur, 7 Korban Dievakuasi ke RSAM, 1 Tewas
![]() |
| Evakuasi korban longsor di Sungai Landia, Agam, berlangsung dramatis pada Selasa malam (5/5/2026). Material tanah dan batu menimbun rumah warga akibat hujan deras. (Foto:Ilustrasi kejadian longsor) |
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.00 WIB itu menghantam permukiman warga di sekitar Mushalla Al Mubarak, tepat di jalur strategis Bukittinggi–Lubuk Basung. Material longsor berupa tanah, batu, dan pepohonan menghancurkan sedikitnya tiga unit rumah.
Dalam kejadian tersebut,enam orang menjadi korban dan berhasil dievakuasi oleh tim gabungan di tengah kondisi gelap dan hujan yang masih mengguyur.
Seluruh korban kemudian dilarikan ke RS Ahmad Mukhtar Bukittinggi untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nahas, satu korban atas nama Awal (50 tahun) dinyatakan meninggal dunia.
Korban ditemukan pada Rabu dini hari sekitar pukul 03.50 WIB setelah dilakukan pencarian intensif di lokasi longsor. Sementara enam korban lainnya saat ini masih menjalani perawatan.
Adapun identitas korban dalam peristiwa ini adalah:
Awal (50 tahun) — meninggal dunia
Dayat (33 tahun)
Noya (35 tahun)
Safira (1 tahun)
Yoni (45 tahun)
Zaki (18 tahun)
Kuntum (14 tahun)
Selain menimbulkan korban jiwa, longsor juga menyebabkan jalur utama Bukittinggi–Lubuk Basung lumpuh total. Material longsor menutup badan jalan di dua titik, menghambat akses kendaraan dan mobilisasi tim penyelamat.
Hingga saat ini, proses penanganan masih berlangsung dengan melibatkan BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat setempat. Namun, keterbatasan alat berat menjadi kendala utama dalam mempercepat proses evakuasi dan pembersihan material longsor.
Warga berharap bantuan alat berat segera diterjunkan agar akses jalan dapat segera dibuka dan situasi kembali normal.
Bencana ini menjadi peringatan serius akan tingginya potensi longsor di kawasan perbukitan Agam, terutama saat curah hujan tinggi mengguyur dalam durasi panjang.
Hingga berita ini diterbitkan, proses evakuasi dan penanganan masih terus berlangsung. Warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan.
Kaba Luruih - "Indak Manih, Tapi Bana"
