Kajian di Surau Inyiak Djambek Bukittinggi Dapat Bonus Cek Kesehatan Gratis, Jamaah Lansia Antusias Tagline:
KABALURUIH.COM, Bukittinggi — Ada yang sedikit berbeda dari suasana kajian rutin setiap Selasa di Surau Inyiak Djambek, Kota Bukittinggi. Biasanya jamaah datang membawa niat yang sama: menambah bekal akhirat. Namun Selasa pagi (14/4/2026) kemarin, jamaah juga pulang dengan “oleh-oleh” tambahan—cek kesehatan gratis.
Bukan sembarang bonus. Kali ini yang turun tangan bukan ustaz tambahan, melainkan tim kesehatan dari UPTD Puskesmas Rasimah Ahmad yang membawa alat tensi, formulir skrining, dan tentu saja semangat memastikan jamaah tetap sehat menjalani ibadah.
Di sela-sela kajian yang tetap berjalan khusyuk, para jamaah—yang mayoritas lansia—satu per satu mengikuti pemeriksaan kesehatan. Mulai dari cek tekanan darah hingga deteksi dini risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi.
Singkatnya, pagi itu paketnya lengkap: tausiyah tetap masuk, hati tetap tenang, dan tensi pun ikut terpantau.
Kepala Pembina TK I IV/b UPTD Puskesmas Rasimah Ahmad, Drg. Dewi Susanty, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program skrining kesehatan yang menyasar masyarakat, terutama kelompok lansia yang rentan terhadap berbagai penyakit.
“Ini adalah bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat, khususnya lansia. Skrining atau pemeriksaan dini seperti ini biasanya dilakukan satu kali dalam setahun. Kami mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut tercatat 37 orang lansia dari wilayah Bukittinggi dan Agam mengikuti pemeriksaan. Mereka merupakan jamaah yang rutin hadir dalam kajian Selasa di surau yang cukup dikenal di kota itu.
Ketua Pengurus Surau Inyiak Djambek, Busra Bari Djambek, mengaku sangat mengapresiasi program yang digagas pihak puskesmas tersebut. Menurutnya, kegiatan ini benar-benar menjawab kebutuhan jamaah yang sebagian besar sudah berusia lanjut.
“Kami sangat mengapresiasi program dari Puskesmas Rasimah Ahmad ini. Jamaah kami mayoritas lansia, jadi ini sangat menyentuh kebutuhan mereka. Harapan kami kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara berkala, minimal tiga bulan sekali,” ungkapnya.
Dengan nada santai, Busra bahkan menyebut kombinasi antara kajian dan layanan kesehatan ini sebagai “paket lengkap”.
“Kalau bisa terus begini, jamaah bukan hanya rajin ibadah, tapi juga tetap sehat. Jadi datang ke surau bukan cuma cari pahala, tapi juga dapat bonus kesehatan,” ujarnya sambil tersenyum.
Kegiatan sederhana ini menjadi gambaran bahwa pelayanan publik bisa hadir lebih dekat dengan masyarakat—bahkan di tengah aktivitas keagamaan.
Karena pada akhirnya, menjaga kesehatan juga bagian dari ibadah. Dan jamaah yang sehat tentu lebih kuat menjalani ibadahnya.
Kabaluruih.com- Indak Manih,Tapi Bana


